Kenalkan Dunia Manufaktur, Tenant Association KIIC Ajak Siswa SMPN 1 Telukjambe Timur Kunjungi PT YIMM-WJ
Kenalkan Dunia Manufaktur, Tenant Association KIIC Ajak Siswa SMPN 1 Telukjambe Timur Kunjungi PT YIMM-WJ
KARAWANG – Memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja kepada pelajar menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Tenant Association Kawasan Industri KIIC mengajak siswa SMPN 1 Telukjambe Timur mengenal proses produksi sepeda motor di PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing–West Java Factory (YIMM-WJ), kawasan industri KIIC, Karawang, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang masuk dalam program CSR Kepedulian Sumber Daya Masyarakat ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar langsung dari lingkungan industri. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan sepeda motor, tetapi juga diperkenalkan dengan teknologi manufaktur dan aktivitas perusahaan berskala internasional.
Kunjungan tersebut dihadiri Chairman Tenant Association KIIC, Katsuhiro Suzuki, perwakilan manajemen KIIC, serta Production Advisor PT YIMM-WJ, Takemoto.@@GA Manager PT YIMM-WJ, Idi Wahidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengalaman melihat langsung aktivitas industri diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar para siswa.
Menurutnya, pengenalan lingkungan kerja sejak dini dapat membantu pelajar memahami pentingnya pendidikan dan prestasi untuk mencapai cita-cita.@@“Dengan melihat langsung gambaran bekerja di dunia industri, siswa-siswi diharapkan semakin termotivasi meningkatkan prestasi dan belajar lebih giat agar dapat meraih cita-cita yang diharapkan,” ujar Idi.
Sementara itu, Government & Public Relation Manager KIIC, Wahyu Mulyandaru, yang mewakili Chairman Tenant Association KIIC, menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT YIMM-WJ atas dukungan dan fasilitas yang diberikan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Wahyu mengatakan, kunjungan industri merupakan salah satu upaya mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia usaha. Melalui pengalaman ini, siswa diharapkan memiliki wawasan lebih luas mengenai pilihan karier dan keterampilan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan dunia industri sedini mungkin agar siswa-siswi memiliki gambaran mengenai cita-cita setelah lulus sekolah. Kami ingin menumbuhkan motivasi, menginspirasi mereka untuk terus menuntut ilmu dan meningkatkan keterampilan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri,” kata Wahyu.
Pelajari Proses Produksi hingga Pasar Ekspor Sebelum memasuki area produksi, para siswa terlebih dahulu mendapatkan pemaparan mengenai sejarah perusahaan serta tahapan pembuatan sepeda motor Yamaha.
Penjelasan tersebut mencakup rangkaian proses manufaktur, mulai dari bahan baku, pembuatan komponen, perakitan hingga pemasaran produk. Setelah itu, siswa diajak melihat langsung aktivitas produksi di lingkungan pabrik.
Dalam pemaparan perusahaan, proses produksi satu unit sepeda motor Yamaha berlangsung sekitar 27 detik.
PT YIMM-WJ juga disebut memiliki kapasitas produksi mencapai 8.000 unit sepeda motor per hari dengan jangkauan ekspor ke 45 negara.@@Informasi tersebut memberikan gambaran kepada para pelajar tentang bagaimana proses produksi dilakukan secara terstruktur, cepat, dan terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Pengalaman itu sekaligus memperkenalkan berbagai aspek dunia industri yang tidak selalu dapat dipelajari hanya melalui teori di ruang kelas.@@Salah seorang siswa kelas IX SMPN 1 Telukjambe Timur, Silvia Haliza, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pembuatan sepeda motor beserta teknologi yang digunakan.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk lebih serius belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
“Terima kasih karena saya dan teman-teman diberi kesempatan mengikuti kunjungan industri untuk mendapatkan wawasan baru tentang proses produksi sepeda motor. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri,” tutur Silvia.
Apresiasi juga disampaikan guru SMPN 1 Telukjambe Timur, Imron, SPd. Ia menilai kunjungan industri memberikan manfaat bagi siswa dalam mengenali potensi, minat, dan bakat yang dapat dikembangkan sejak usia sekolah.@@Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan lingkungan industri dapat menjadi tambahan referensi bagi siswa dalam menentukan arah pendidikan dan cita-cita mereka.
“Kegiatan ini sangat membantu pihak sekolah dan siswa-siswi untuk menentukan minat dan bakat sejak sekarang. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga memberikan kesempatan kepada anak-anak kami yang lain,” ungkap Imron.@@Pada penutupan kegiatan, Production Advisor PT YIMM-WJ, Takemoto, berpesan agar para siswa membawa pulang pengalaman tersebut sebagai penyemangat untuk terus belajar dan berani merancang masa depan.
Ia berharap generasi muda di Karawang kelak dapat mengambil peran penting dalam perkembangan industri, baik sebagai pemimpin, insinyur, maupun tenaga ahli dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan zaman.
“Setelah pulang dari kunjungan hari ini, kami berharap adik-adik semakin bersemangat dalam belajar dan makin percaya diri untuk meraih cita-cita yang tinggi. Siapa tahu, di masa depan nanti, adik-adik sekalianlah yang akan menjadi bagian dari para pemimpin, insinyur, atau tenaga ahli terdepan di kawasan industri KIIC ini,” ujar Takemoto.
Komitmen Tumbuh Bersama Masyarakat Karawang
Program kunjungan industri tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara kawasan industri dan masyarakat di sekitarnya.
Bagi KIIC dan Tenant Association, keberadaan kawasan industri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi dan kegiatan ekonomi, tetapi juga dengan kontribusi sosial untuk mendukung perkembangan masyarakat, termasuk melalui peningkatan wawasan generasi muda.@@Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program CSR yang mencakup Kepedulian Sumber Daya Masyarakat, Kepedulian Kesehatan Masyarakat, Kepedulian Sosial dan Budaya Masyarakat, Kepedulian Ekonomi Masyarakat, serta Kepedulian Pelestarian Lingkungan Hidup.
Melalui kegiatan ini, Tenant Association KIIC bersama KIIC berharap hubungan antara dunia pendidikan dan industri semakin kuat. Para siswa pun diharapkan memperoleh bekal pengetahuan dan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri sehingga mampu mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
Dengan demikian, keberadaan kawasan industri di Karawang diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui kegiatan manufaktur, tetapi juga ikut mendorong tumbuhnya generasi muda yang berpengetahuan, terampil, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Komentar via Facebook