Nikmati Panen Raya Durian Jatuh di Karawang Selatan

Nikmati Panen Raya Durian Jatuh di Karawang Selatan

Nikmati Panen Raya Durian Jatuh di Karawang Selatan

Wisata Makan Durian Jatmakan durian jatuh di kebunnya, sepuasnya.”makan durian jatuh di kebunnya, sepuasnya.”uh Sepuasnya di Kebun Tegalwaru, Panen Raya Diprediksi SeptemberKARAWANG – Musim durian mulai menggeliat di kawasan pegunungan Sanggabuana, khususnya Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Ratusan pohon durian kini memasuki masa panen dan menghadirkan peluang wisata baru bagi para pencinta buah berjuluk “raja buah” tersebut.

Tak sekadar membeli durian di lapak, komunitas petani durian Tegalwaru menawarkan pengalaman berbeda melalui paket wisata makan durian langsung di kebun.

Konsep yang ditawarkan cukup unik, yakni “makan durian jatuh di kebunnya, sepuasnya.” Pengunjung diajak menikmati durian yang matang secara alami hingga jatuh dari pohonnya.

Hilal Kacel Tamini, salah seorang anggota komunitas petani durian Tegalwaru, mengatakan konsep tersebut lahir dari pemikiran bahwa durian dengan cita rasa terbaik adalah buah yang dibiarkan matang di pohon.

“Para penikmat durian sangat bersepakat, kalau durian yang enak itu yang matang di pohon. Bukan durian yang dipetik mentah, kemudian diperam atau dipajang di lapak,” ujar Hilal.

Menurutnya, wisatawan nantinya tidak hanya menikmati buah durian, tetapi juga merasakan langsung suasana perkebunan di kawasan Sanggabuana.

Untuk mengikuti paket wisata tersebut, pengunjung dapat memilih dua konsep perjalanan, yakni paket menginap atau berkemah di kebun durian serta paket one day trip atau wisata sehari.

Namun, perjalanan menuju kebun membutuhkan kesiapan fisik. Dari lokasi parkir kendaraan, peserta harus berjalan kaki menuju kebun dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam.

“Peserta harus jalan kaki dari parkiran kendaraan ke lokasi kebun, kurang lebih 1,5 jam. Nanti ketika sudah di kebun, jangan kaget kalau tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Itu biasanya durian yang jatuh dan bisa langsung kita makan,” katanya.

Hilal menyebut musim panen durian di Tegalwaru diperkirakan semakin ramai menjelang akhir September 2026. Sementara memasuki Oktober, jumlah buah yang dapat dipanen diperkirakan mulai menurun.

Karena itu, komunitas petani durian membatasi jumlah peserta wisata. Pembatasan dilakukan agar kegiatan wisata tetap berjalan nyaman sekaligus tidak mengganggu ketersediaan buah bagi masyarakat dan pembeli durian.

Selain Tegalwaru, wilayah perkebunan durian di Cianjur dan Bogor yang secara geografis berada di kawasan pegunungan yang berdekatan dengan Tegalwaru juga tengah memasuki musim panen.

Bagi pencinta durian yang ingin merasakan sensasi menyantap buah langsung dari kebun, paket wisata ini dapat menjadi pilihan untuk menikmati durian sekaligus menjelajah alam Sanggabuana.

Informasi dan pendaftaran paket wisata dapat menghubungi Hilal Kacel Tamini di nomor 0822-9788-2343.